Berita
Bpmp sumatera selatan gelar ceramah agama menyambut ramadan 1447 h
 Pubkom  20 Juni 2026  Berita Nasional  4 kali dilihat

Indralaya, 18 Februari 2026 - BPMP Provinsi Sumatera Selatan menyelenggarakan kegiatan ceramah agama bertema “Meningkatkan Iman, Ketaqwaan, dan Kinerja di Bulan Suci Ramadan 1447 H” bertempat di Aula Garuda BPMP Sumsel. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah dengan tujuan memperkuat spiritualitas sekaligus meningkatkan produktivitas kerja seluruh pegawai.

Pembukaan resmi oleh Kepala BPMP Sumsel

Kegiatan yang diikuti seluruh pegawai BPMP Sumsel ini secara resmi dibuka oleh Kepala BPMP Sumatera Selatan, H. Tajuddin Idris, S.Si.,M.T., Beliau membuka acara dengan pesan penuh makna sebagai berikut:

Bulan suci Ramadan sebentar lagi tiba,
Mari tingkatkan iman dan takwa di hati,
Kinerja optimal, ibadah penuh khusyuk,
Semoga Allah limpahkan berkah dan rahmat-Nya.

Pembukaan ini langsung disambut tepuk tangan meriah, menciptakan suasana khidmat sekaligus penuh semangat.


Ceramah Pencerahan oleh Dr. Hj. Muyasaroh, M.Pd.I.

Ceramah agama disampaikan oleh Dr. Hj. Muyasaroh, M.Pd.I., Rektor Universitas Al-Quran Ittifaqiah yang juga Pimpinan PP. Tahfizh Al-Quran Fathul Quro, Indralaya, Ogan Ilir. Dalam paparannya, beliau menjelaskan hakikat Ramadan sebagai sarana utama peningkatan iman dan takwa, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Baqarah: 183.

“Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan membentuk kualitas takwa melalui pengendalian hawa nafsu dan menuju ketaatan lahir-batin,” ujar Dr. Muyasaroh. Beliau juga menyoroti pahala istimewa orang berpuasa yang akan masuk melalui pintu Rayyan di surga, sebagaimana hadis nabi Muhammad yang diriwayatkan oleh Bukhari-Muslim.


Strategi Integrasi Ibadah dan Kinerja Profesional

Dalam sesi inti, narasumber mengaitkan takwa dengan produktivitas kerja. “Islam tidak memisahkan ibadah dan kinerja duniawi. Orang bertakwa justru memiliki integritas, disiplin, dan etos kerja tinggi,” tegasnya.

Ramadan digambarkan sebagai “latihan disiplin diri” melalui sahur dan berbuka tepat waktu, ketahanan mental menahan lapar, serta kontrol emosi sesuai hadits Nabi SAW (HR. Bukhari). Beliau menekankan contoh Rasulullah SAW yang tetap produktif di Ramadan meski dalam keadaan perang seperti Perang Badar dan Fathu Makkah.


Strategi Praktis dan Dampak Nyata

Dr. Muyasaroh membagikan lima strategi meningkatkan iman, takwa, dan kinerja:

  1. Perbaiki niat – Segala aktivitas diniatkan ibadah.
  2. Perbanyak tilawah Al-Quran – Bulan diturunkannya Al-Quran (QS. Al-Baqarah: 185).
  3. Jaga ibadah wajib – Shalat tepat waktu tingkatkan disiplin.
  4. Atur pola hidup sehat – Sahur bergizi dan manajemen waktu.
  5. Perbanyak sedekah – Rasulullah paling dermawan di Ramadan.

Dampaknya tiga dimensi: spiritual (iman naik, dosa diampuni), profesional (produktivitas optimal), dan sosial (harmoni antarpegawai).


transformasi diri yang menyatukan iman, takwa, dan profesionalisme. “Muslim taat berpuasa sambil menjaga semangat kerja, menjadi aparatur amanat yang sejahtera dunia-akhirat,” tuturnya.

H. Tajudin Idris menegaskan komitmen BPMP Sumsel menjadikan Ramadan sebagai bulan berprestasi. “Kita tidak boleh bermalasan dengan alasan puasa. Justru bekerja di Ramadan pahalanya berlipat ganda,” pungkasnya.

Kegiatan diakhiri doa bersama. Kepala BPMP Sumsel mengajak seluruh pegawai memanfaatkan Ramadan 1447 H untuk transformasi menuju kinerja lebih baik.



Scroll